Peredaran Obat Terlarang di Wilayah Parung Panjang, Seolah Tak Terpengaruh Pandemi Covid-19

BOGOR,LN Pandemi Covid-19 tidak menurunkan transaksi jual beli obat-obatan terlarang jenis psikotropika, terlihat sebuah toko dengan tampilan penjual kosmetik, bedak bayi dan lain sebagainya, masih laris didatangi pembeli yang rata-rata kalangan anak muda, bahkan anak seusia SMP.

Toko yang dijaga seorang pemuda itu mengaku menjual dua macam obat terlarang seperti, Tramadol dan Hexymer terletak di Jl. Raya Sudamanik, Kp Cilangkap Rt.01/01 Desa Lumpang, Kec. Parung Panjang, Bogor. Selasa malam, (12/05/2020).

Lokasi toko obat psikotropika di Kp.Cilangkap Desa Lumpang Kec. Parung Panjang Kabupaten Bogor Jawa Barat.

“Jual dua macam pak, kuning (Hexymer) aja sama putih (Tramadol),” kata penjaga toko yang tidak mau menyebutkan namanya, saat ditanya awak Media LoginNews, sambil memperlihatkan obat-obatan yang dia sebut.

“Saya cuma kerja pak, jaga toko aja,” lanjutnya sambil menghubungi boss via telepon seluler.

Saat dihubungi, oknum Boss mengaku anggota TNI, dan menjelaskan bahwa penjual toko obat di wilayah Parung Panjang bukan hanya dia, bahkan disebutkan titik-titik toko tersebut, dimana semua yang disebutkan berada di wilayah hukum Polsek Parung Panjang.

Berikut barangbukti obat ilegal yang di temui di lokasi, Tramadol dan Hexymer.

Obat-obatan psikotropika memiliki manfaat yang baik dalam dunia kesehatan dan ilmu pengetahuan. Namun, penggunaan psikotropika yang tidak sesuai aturan seringkali membawa dampak buruk bagi penggunanya. Mulai dari kecanduan hingga yang terparah dapat menyebabkan kematian.

Selain berbahaya bagi kesehatan, penyalahgunaan obat psikotropika juga dapat dikenakan sanksi dan hukuman berupa pidana dan denda. Hal tersebut sudah diatur dalam pasal 59 Undang-undang Republik Indonesia No.5 tahun 1997 tentang psikotropika, juga pasal 196 dan pasal 197 Undang-undang Republik Indonesia No.36 tahun 2009 tentang kesehatan. (Red)

 

You might also like